https://www.jurnal.akafarma-aceh.ac.id/index.php/jskd/issue/feedJurnal Sains dan Kesehatan Darussalam2026-07-08T13:44:21+00:00Elfariyantiuppmakafarma@gmail.comOpen Journal Systems<p>Jurnal Sains dan Kesehatan Darussalam adalah jurnal ilmiah multidisiplin ilmu yang berkomitmen untuk menyediakan platform berkualitas tinggi bagi peneliti, praktisi, dan akademisi untuk berbagi pengetahuan, temuan, dan inovasi terkini dalam bidang sains dan kesehatan. Jurnal ini diterbitkan dengan frekuensi 2 kali dalam setahun (<strong>Juni</strong> dan <strong>Desember</strong>) oleh Akademi Analis Farmasi dan Makanan Banda Aceh sebagai upaya untuk mendorong pertumbuhan dan perkembangan ilmu pengetahuan demi kesejahteraan masyarakat. Jurnal Sains dan Kesehatan Darussalam mencakup berbagai bidang ilmu yaitu: <strong>Sains</strong> alam dan lingkungan; <strong>Kedokteran</strong> dan <strong>Kesehatan Masyarakat</strong>; <strong>Biologi, Kimia</strong> dan <strong>Fisika</strong> terapan; <strong>Farmasi</strong> dan <strong>Farmakologi; Kesehatan Jiwa</strong> dan <strong>Psikologi</strong>; Kesehatan Reproduksi; <strong>Nutrisi</strong> dan <strong>Gizi</strong>; Obat Tradisional dan <strong>Herbal</strong>; Kebidanan dan Keperawatan.</p>https://www.jurnal.akafarma-aceh.ac.id/index.php/jskd/article/view/172Uji Efektivitas Kombinasi Ekstrak Daun Sirih (Piper betle L.) dan Daun Jeruk Nipis (Citrus aurantiifolia (Christm).) Sebagai Larvasida Terhadap Pertumbuhan Larva Aedes aegypti 2026-07-01T18:16:47+00:00rini handayanirini.handayani@polekkesaceh.ac.idVonna Aulianshahrini.handayani@polekkesaceh.ac.idNoni Zakiahrini.handayani@polekkesaceh.ac.idDebby Putri Mashitahrini.handayani@polekkesaceh.ac.idNurmalia Zakarialia.danalm@gmail.com<p>Demam berdarah dengue (DBD) merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus Dengue dengan vektor perantara dari nyamuk <em>Aedes aegypti</em>. Penggunaan larvasida dari bahan kimiawi merupakan cara yang paling efektif, tetapi juga dapat menyebabkan terjadinya resistensi dan tentunya memiliki efek toksik terhadap lingkungan. Larvasida alami seperti ekstrak daun sirih dan daun jeruk nipis dapat menjadi alternatif untuk mengendalikan vektor perantara virus dengue. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan jumlah kematian larva <em>Aedes aegypti</em> dengan pemberian ekstrak daun sirih (<em>Piper betle</em> L.), daun jeruk nipis (<em>Citrus aurantiifolia</em>), dan kombinasi keduanya. Jenis penelitian ini menggunakan metode eksperimental semu laboratorium. Penelitian ini dilakukan dengan 5 kelompok perlakuan dengan 3 kelompok diantaranya adalah konsentrasi ekstrak daun sirih 1,5%; daun jeruk nipis 1%; dan kombinasi ekstrak daun sirih 1,5%;daun jeruk nipis 1% dengan perbandingan volume 1:1, serta kontrol negatif dan kontrol positif. Hasil penelitian setelah 24 jam pemaparan dengan ekstrak menunjukkan bahwa selain pada kontrol negatif, ketiga kelompok perlakuan kombinasi ekstrak daun sirih dan daun jeruk nipis mampu membunuh larva nyamuk dengan persentase mortalitas sebesar 100%, sama seperti kelompok perlakuan kontrol positif berupa Temephos 1% (p>0,05), serta berbeda nyata dengan kelompok perlakuan kontrol negatif (p<0,05). Kombinasi ekstrak daun sirih dan daun jeruk nipis terbukti mampu membunuh larva nyamuk <em>Aedes aegypti</em> dalam 24 jam.</p> <p><strong>Kata kunci </strong>Ekstrak Daun Sirih, Ekstrak Daun Jeruk Nipis, Larvasida, Larva <em>Aedes aegypti</em></p> <p> </p>2026-08-03T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Sains dan Kesehatan Darussalamhttps://www.jurnal.akafarma-aceh.ac.id/index.php/jskd/article/view/167Evaluasi Komparatif YOLOv8s dan YOLOv8s dengan Slicing Aided Hyper Inference untuk Deteksi Koloni Bakteri pada Citra Cawan Petri 2026-06-23T04:17:15+00:00Safrizal Razalisafrizal.razali@usk.ac.idNurmalia Zakarialia.danalm@gmail.com<p>Deteksi dan kuantifikasi koloni bakteri merupakan proses penting dalam berbagai bidang, seperti mikrobiologi klinis, industri farmasi, keamanan pangan, dan penelitian biomedis. Metode penghitungan manual yang masih banyak digunakan memiliki keterbatasan berupa waktu pengerjaan yang lama, potensi kesalahan manusia, serta rendahnya konsistensi hasil. Penelitian ini bertujuan membandingkan kinerja deteksi koloni bakteri menggunakan YOLOv8s standar dan YOLOv8s yang dipadukan dengan Slicing Aided Hyper Inference (SAHI). Dataset yang digunakan adalah colony_counter3 dari Roboflow Universe yang terdiri atas 4.624 citra cawan petri dengan pembagian data 70% untuk pelatihan, 15% untuk validasi, dan 15% untuk pengujian. Evaluasi dilakukan menggunakan metrik precision, recall, F1-score, mAP50, mAP50-95, waktu inferensi, dan throughput. Hasil penelitian menunjukkan bahwa YOLOv8s standar memperoleh precision 96,79%, recall 93,02%, F1-score 94,87%, mAP50 85%, dan mAP50-95 62%, sedangkan YOLOv8s+SAHI memperoleh precision 48,19%, recall 18,62%, F1-score 26,86%, mAP50 92%, dan mAP50-95 71%. Meskipun SAHI meningkatkan kualitas lokalisasi objek yang ditunjukkan oleh kenaikan mAP50 dan mAP50-95, pendekatan ini menghasilkan penurunan yang signifikan pada precision, recall, dan F1-score serta meningkatkan waktu inferensi dari 9,91 ms menjadi 35,59 ms per citra. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan SAHI tidak selalu memberikan peningkatan kinerja pada deteksi koloni bakteri dan efektivitasnya sangat dipengaruhi oleh karakteristik dataset. Untuk dataset yang digunakan dalam penelitian ini, YOLOv8s standar terbukti lebih akurat dan efisien dibandingkan YOLOv8s+SAHI.</p>2026-06-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Sains dan Kesehatan Darussalamhttps://www.jurnal.akafarma-aceh.ac.id/index.php/jskd/article/view/173Evaluasi Sistem dan Mutu Penyimpanan Obat dan Bahan Medis Habis Pakai Berdasarkan Standar Pelayanan Kefarmasian di Puskesmas Baitussalam Kabupaten Aceh Besar2026-07-01T13:25:06+00:00Burdah Burdahburdah.lsw@gmail.comAmelia Sariburdah.lsw@gmail.comMaria Irwaniburdah.lsw@gmail.com<p>Penyimpanan obat dan Bahan Medis Habis Pakai (BMHP) merupakan tahapan penting dalam pengelolaan sediaan farmasi, karena berperan penting dalam menjaga mutu, keamanan, dan ketersediaan obat. Ketidaksesuaian penyimpanan dengan standar dapat meningkatkan risiko kerusakan, kedaluwarsa, dan <em>dead stock</em>. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi sistem dan mutu penyimpanan obat serta BMHP di Puskesmas Baitussalam Kabupaten Aceh Besar berdasarkan Standar Pelayanan Kefarmasian di Puskesmas. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif dengan metode observasi. Sistem penyimpanan dievaluasi menggunakan daftar tilik yang mengacu pada Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 74 Tahun 2016, sedangkan mutu penyimpanan dinilai melalui pemeriksaan organoleptik, kesesuaian pencatatan, serta data obat kedaluwarsa dan <em>dead stock</em>. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem penyimpanan memperoleh skor 87% (kategori baik), sedangkan mutu penyimpanan memperoleh skor 91% (kategori baik). Meskipun demikian, masih ditemukan obat kedaluwarsa, <em>dead stock</em>, serta beberapa ketidaksesuaian dalam pengaturan tata ruang dan sistem penyusunan obat. Disimpulkan bahwa sistem penyimpanan obat dan BMHP di Puskesmas Baitussalam telah memenuhi Standar Pelayanan Kefarmasian di Puskesmas. Namun, masih diperlukan perbaikan pada aspek tata ruang, sistem penyusunan obat, serta pengendalian obat kedaluwarsa dan <em>dead stock</em> untuk meningkatkan mutu pengelolaan sediaan farmasi.</p>2026-08-03T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Sains dan Kesehatan Darussalamhttps://www.jurnal.akafarma-aceh.ac.id/index.php/jskd/article/view/170 Stabilitas Fisik Salep Ekstrak Etanol Biji Pepaya (Carica Papaya L.) dan Aktivitas Antibakteri terhadap Staphylococcus aureus2026-06-23T04:09:15+00:00Nurmalia Zakariamukosa_limit@yahoo.co.idsafrizal Razalilia.danalm@gmail.com<p>Staphylococcus aureus merupakan salah satu bakteri patogen terbesar yang menyebabkan infeksi kulit, yang dapat diatasi dengan antibakteri sintetik/semi sintetik yang terkadang menimbulkan iritasi kulit. Ekstrak etanol biji pepaya mampu menghambat pertumbuhan Staphylococcus aureus dengan kandungan senyawa fitokimia antibakteri flavonoid, alkaloid dan tannin. Penelitian ini bertujuan memformulasikan ekstrak etanol biji pepaya menjadi sediaan salep, menentukan stabilitas fisik sediaan, dan menentukan daya hambat salep ekstrak etanol biji pepaya (EEBP) konsentrasi 1%, 2%, dan 3% terhadap <em>Staphylococcus aureus</em>. Penelitian berupa eksperimental laboratorium yaitu menguji stabilitas fisik sediaan salep EEBP meliputi uji organoleptik, homogenitas, pH dan daya sebar, serta mengukur zona hambatnya terhadap <em>Staphylococcus aureus </em>secara difusi cakram. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Salep EEBP 1%, 2%, dan 3% memiliki organoleptik bentuk yang semi padat, warna putih kecoklatan hingga coklat muda, dengan aroma khas ekstrak biji pepaya dan stabil. Ketiga formula salep menunjukkan susunan massa yang homogen, nilai pH dan daya sebar yang memenuhi persyaratan sediaan topikal, serta menunjukkan stabilitas sediaan salep yang baik selama penyimpanan 28 hari. Salep EEBP 1%, 2%, dan 3% memiliki daya hambat terhadap bakteri <em>Staphylococcus aureus</em> dengan diameter zona hambat berturut-turut 8,25 ± 0,2434 mm (kategori sedang), 9,32 ± 0,0262 mm (kategaori sedang), dan 10,06 ± 0,3249 (kategori kuat), dan berbeda signifikan dengan kontrol positif dengan zona hambat 20,44 ± 1,0970 mm (p>0,05). Dapat disimpulkan bahwa Salep EEBP 1%, 2% dan 3% menunjukkan karakteristik fisik yang stabil selama 28 hari, dan memiliki daya hambat terhadap bakteri <em>Staphylococcus aureus</em> dengan daya hambat sedang-kuat.</p> <p> </p> <p><strong>Kata kunci</strong> :<em> Salep EEBP, Stabilitas Fisik, Daya Hambat Bakteri, Staphylococcus aureus</em></p>2026-08-03T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Sains dan Kesehatan Darussalamhttps://www.jurnal.akafarma-aceh.ac.id/index.php/jskd/article/view/169Formulasi dan Karakteristik Fisik Minuman Isotonik Nira Aren dengan Penambahan Sari Buah Pepaya2026-06-23T04:11:15+00:00Azmalina Adrianiazmalina77@gmail.comHardianaazmalina77@gmail.comYuni Dewi Safridaazmalina77@gmail.comIrfan Mustafaazmalina77@gmail.comMulia Aria Suzanniazmalina77@gmail.com<p>Minuman isotonik merupakan salah satu inovasi dalam bidang pangan fungsional yang berfungsi untuk menggantikan cairan dan elektrolit tubuh yang hilang selama aktivitas fisik. Penelitian ini mengembangkan minuman isotonik alami berbahan nira aren dengan penambahan sari Pepaya. Nira aren mengandung elektrolit alami seperti kalium dan natrium, sedangkan sari Pepaya kaya vitamin C, antioksidan, dan enzim papain. Penelitian bertujuan untuk memformulasikan, menentukan karakteristik fisikokimia (organoleptik, pH, viskositas) dan tingkat kesukaan dari formula minuman isotonik nira aren sari Pepaya. Metode yang digunakan adalah eksperimen laboratorium dengan empat formula: F0, F1, F2, dan F3, dengan masing – masing formula untuk nira aren 50ml, dengan penambahan sari Pepaya F0: 0g, F1: 6g, F2: 8g, F3:10g. Berdasarkan hasil penelitian karakteristik organoleptik menunjukkan minuman berwarna putih keruh hingga orange, beraroma khas nira, berasa manis asin, pH 5,6 – 5,8 dan viskositas 7,334–9,406 cP, Dari uji hedonik Formula F2 mendapatkan tingkat kesukaan yang diminati. Dapat disimpulan bahwa penambahan sari pepaya pada formulasi minuman isotonik berbasis nira aren berpengaruh terhadap karakteristik fisikokimia dan tingkat penerimaan konsumen. Formula F2 dapat direkomendasikan sebagai formulasi baik dalam pengembangan minuman isotonik nira aren dengan penambahan sari pepaya karena memiliki karakteristik fisikokimia yang baik serta tingkat penerimaan konsumen yang paling tinggi.</p>2026-06-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Sains dan Kesehatan Darussalamhttps://www.jurnal.akafarma-aceh.ac.id/index.php/jskd/article/view/166Uji Cemaran Mikroba Pada Air Minum Isi Ulang Di Gampong Peuniti Kota Banda Aceh2026-06-23T04:20:23+00:00Yuni Dewi Safridayunidewi.safrida@gmail.comAzmalina Adrianiazmalina77@gmail.comHardianayunidewi.safrida@gmail.com<p>Air minum isi ulang yang telah terkontaminasi apa bila dikonsumsi dapat berdampak buruk bagi kesehatan. Penelitian uji cemaran mikroba pada air minum isi ulang yang tedapat di Gampong Peuniti Kota Banda Aceh bertujuan untuk mengetahui tingkat cemaran mikroba pada air minum. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 8-11 Juni 2020 di Laboratorium (AKAFARMA) Banda Aceh. Sampel dalam penelitian ini adalah air minum isi ulang dari tiga tempat yang berbeda yang ada digampong Peuniti yang diambil secara <em>Random Sampling. </em>Penelitian ini bersifat deskriptif dengan menggunakan metode uji <em>Total Plate Count</em> (TPC). Hasil dari ketiga sampel diperoleh hasil TPC yaitu TM 2 x 10<sup>4</sup> kol/ml, M 2 x 10<sup>3</sup> kol/ml dan B 3 x 10<sup>3</sup> kol/ml, kesimpulan dari uji cemaran pada air minum isi ulang yang terdapat di Gampong Peuniti Kota Banda Aceh tidak memenuhi syarat yang telah ditetapkan oleh (SNI) No. 01-3553 tahun 2006 yaitu 1,0 x 10<sup>2</sup> kol/ml tentang cemaran mikroba pada air minum.</p>2026-06-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Sains dan Kesehatan Darussalamhttps://www.jurnal.akafarma-aceh.ac.id/index.php/jskd/article/view/178Karakteristik Fisik dan Uji Hedonik Minuman Serbuk Instan Dari Kulit Buah Semangka (Citrullus lanatus) Kombinasi Buah Terong Belanda (Solanum betaceum)2026-07-08T13:44:21+00:00Irma Zarwindairmazarwinda566@gmail.coElfariyantielfariyanti@yahoo.comRini Putri Balqiselfariyanti@yahoo.com<p>Minuman serbuk instan adalah produk kering dibuat dari campuran buah atau sayuran atau bahan lain yang dapat larut dalam air dan praktis dikonsumsi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik fisik meliputi organoleptik, pH, kadar air, waktu larut, waktu alir, dan sudut diam, serta tingkat kesukaan (hedonik) minuman serbuk instan dari kulit buah semangka kombinasi terong belanda. Minuman serbuk instan dibuat dalam 3 formula dengan kode F1 (20%:10%), F2 (30%:10%), dan F3 (40%:10%). Perbedaan ketiga formula dari komposisi bahan yang digunakan. Hasil penelitian didapatkan bahwa sediaan minuman serbuk instan hasil formulasi secara umum memiliki karakteristik fisik yang baik secara organoleptik dan waktu larut. Formula F1 dan F2 memiliki kadar air yang memenuhi standar SNI 01-4320-2004 tentang minuman serbuk yaitu lebih kecil dari 3%, sedangkan formula F3 tidak memenuhi standar (4,7%). Formula F1, F1 dan F3 memiliki kadar abu yang memenuhi standar SNI 01-4320-2004 tentang minuman serbuk yaitu maksimal 1,5%, Uji pH tidak memenuhi standar pH yang baik (5-7), semua formula rata-rata memiliki pH di bawah 5. Waktu alir lebih dari 10 detik dan sudut diam lebih dari 45<sup>o</sup> yang artinya tidak memenuhi standar. Hasil uji hedonik didapatkan bahwa formula F1 paling disukai dengan persentase tingkat kesukaan sebesar 4,38, disusul F2 sebesar 4,14, dan F3 sebesar 4,18. Semua formula berada pada kategori sangat suka.</p> <p><strong>Kata Kunci : </strong><strong><em>Minuman Serbuk Instan, Kulit Semangka, Terong Belanda, Karakteristik Fisik, Uji Hedonik.</em></strong></p>2026-06-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Sains dan Kesehatan Darussalamhttps://www.jurnal.akafarma-aceh.ac.id/index.php/jskd/article/view/174Uji Iritasi dan Efektivitas Lulur Serbuk Dari Ampas Kopi Arabika Gayo (Coffea arabica L.), Ubi Jalar Ungu (Ipomoea batatas L.), dan Rimpang Jahe (Zingiber officinale) Untuk Mencerahkan Kulit2026-07-02T06:16:58+00:00Elfariyantielfariyanti@yahoo.comIrma Zarwindazarwindairma26@gmail.comIntan Azurazarwindairma26@gmail.comMilda Sarizarwindairma26@gmail.com<p>Merawat kulit secara teratur merupakan langkah awal untuk menambah dan menjaga kecantikan kulit secara alami. Salah satu cara merawat kulit yaitu menggunakan sediaan kosmetik seperti lulur. Saat ini lulur yang terbuat dari bahan alami lebih disukai karena tidak menimbulkan efek samping. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat keamanan dan efektivitas sediaan lulur serbuk dari ampas kopi arabika Gayo (<em>Coffea arabica </em>L.), ubi jalar ungu (<em>Ipomoea batatas </em>L.) dan rimpang jahe (<em>Zingiber officinale</em>) untuk mencerahkan kulit. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif melalui uji di laboratorium dan menggunakan sukarelawan. Sediaan lulur dibuat dalam 3 formula dengan cara memvariasikan berturut-turut komposisi serbuk ampas kopi arabika Gayo, ubi jalar ungu dan rimpang jahe yaitu F1 (1:3:1), F2 (2:2:1), dan F3 (3:1:1). Uji iritasi dilakukan pada 8 orang sukarelawan, sedangkan uji kecerahan kulit dilakukan pada 3 orang sukarelawan. Hasil penelitian didapatkan bahwa semua formula lulur tidak menimbulkan iritasi pada kulit sukarelawan. Adapun pada uji kecerahan kulit didapatkan bahwa formula F3 menunjukkkan terjadinya peningkatan kecerahan kulit menjadi satu tingkat lebih cerah, sedangkan formula F1 dan F2 tidak menunjukkan peningkatan kecerahan kulit sukarelawan setelah pemakaian lulur selama 2 minggu. Hasil tanggapan sukarelawan menunjukkan bahwa formula F3 paling disukai.</p> <p><strong>Kata Kunci</strong>: lulur serbuk; uji iritasi; efektivitas; ampas kopi arabika Gayo; ubi jalar ungu</p>2026-06-30T00:00:00+00:00Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Sains dan Kesehatan Darussalam